Ada beberapa cara yang dianggap penting untuk digunakan dalam
digunakan dalam mengetahui dhaif atau tidaknya suatu hadits. Cara yang dimaksud
adalah :
1.
Melalui kitab-kitab yang disusun
mengenai perawi yang dikategorikan dhaif, lalu dijelaskan tentang kelemahannya.
2.
Melalui kitab-kitab yang secara
khusus memuat hadits dhaif.
3.
Kitab-kitab yang berisi hadits yang
bukan disebabkan jarh terdapat
perawi.
Menurut Al-Khatib dalam
Ismail (1987:187)
menyatakan bahwa golongan yang menolak hadits dhaif sebagai hujjah, adalah
golongan yang lebih selamat. Diantara alasannya , bahwa baik soal Fadhail Amal
maupun soal Makarimul Akhlaq adalah merupakan bagian dari tiang agama, sebagai
mana halnya masalah hukum. Karena itu hadits yang dapat dijadikan hujjah untuk
menetapkannya , haruslah hadits yang berkualitas Shahih atau hasan dan tidak
berkualitas dhaif.
Dapat disimpulkan, bahwa mengetahui
bahwa Hadis dhaif sangat diperlukan. Agar kita sebagai orang muslim bisa
membedakan antara hadis yang shahih, hasan juga dhaif. Untuk itu, kitab-kitab
yang memuat mengenai hadis dhaif tersebut bisa memudahkan kita, agar lebih
teliti dalam memberikan suatu pemahaman tentang hadis dhaif.
Comments
Post a Comment