Kata Dha’if menurut bahasa berarti lemah, sebagai lawan dari kata
kuat. Maka sebutan hadits dha’if dari segi bahasa berarti Hadits yang lemah
atau hadits yang tidak kuat.
Secara istilah, diantara para ulama terdapat perbedaan rumusan
dalam mendefinisikan hadits dha’if ini. Akan tetapi, pada dasarnya isi dan
maksudnya adalah sama. Beberapa defiinisi, diantaranya dapat dilihat di bawah
ini.
Menurut
An-nawawi dalam Hasan(2012:230)
mendefinisikannya
: Hadits yang didalamnya tidak terdapat syarat-syarat hadits shahih dan syarat-syarat hadits hasan.
Ulama lain menyebutkan bahwa hadits dha’if ialah : Hadits yang
didalamnya tidak terkumpul sifat-sifat maqbul.
Menurut Nur Ad-din ‘Atr ialah : hadits yang hilang salah satu
syaratnya dari syarat-syarat hadits maqbul (hadits yang shahih atau hadits
hasan). Menurut Mudasir(2010:156)
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa hadis dhaif merupakan
hadis yang didalamnya terdapat hadis yang hilang dari syarat-syarat hadis
shahih dan hadis hasan (hadis maqbul). Untuk itu, hadis dhaif dinamakan hadis
yang lemah.
Comments
Post a Comment